Beras (oryza sativa) terdiri dari
dua jenis, yaitu Japonica yang ditanam di tanah yang mempunyai musim dingin,
dan Indica atau Javanica yang ditanam di daerah tropis. Tanaman ini sudah
dibudidayakan di Cina dan Indonesia semenjak 8000 tahun sebelum Masehi (SM).
Tanaman ini dibawa ke eli imigran dari Indonesia mencapai 60 % produksi beras
dunia.
Bagian yang berharga dari tanaman
padi adalah gabah. Bila gabah kering paling (dikelupaskan kulit bijinya),
diperoleh sekam yang berwarna kuning sampai ungu kotor dengan jumlah sampai 20
% dari gabah kering dan isi biji yang disebut dengan beras pecah kulit. Untuk
perdagangan beras pecah kulit disosoh untuk membuang kulit arinya. Beras yang
sudah disosoh yang mengandung pati sekitar 78 %, protein 8 % dan lemak 2 %.
Padi sawah adalah padi yang ditanam
di lahan basah (di dalam rawa atau genangan air). Padi ladang atau padi gogo
ditanam di lahan kering. Sebagian besar dari tanaman padi (80 %) adalah jenis
padi sawah, dan sisanya adalah padi ladang.
Tanam padi yang memperoleh cukup
air, dapat menghasilkan gabah kering 4-6 ton per Ha. Jika kekurangan air, hanya
menghasilkan 1-3 to Ha.
Kadar mendapat cukup air, tanaman
padi perlu ditanam di daerah dengan curah hujan sekitar 100 mm per bulan,
dengan suhu 21-38°C. Tanaman padi dapat ditanam di dataran rendah sampai
dataran tinggi yang tidak lebih dari 1400 m dpl.
Beras sosoh dapat diolah menjadi
berbagai produk seperti tepung beras, bihun, kerupuk, dan rengginang.
Di Sumatera Barat diproduksi
beberapa jenis (varietas) jagung, yaitu jenis lokal, Arjuna dan Bromo. Masing-masing
mempunyai karakteristik sebagai berikut. :
|
Tabel 1. Karakteristik jenis jagung yang diproduksi
di Sumatera Barat
|
|||
|
KARAKTERISTIK
|
LOKAL
|
ARJUNA
|
BROMO
|
|
Umur
|
|
85-90 hari
|
85-90 hari
|
|
Daerah Pertumbuhan
|
|
Dataran rendah
|
Dataran rendah
|
|
Ketahanan penyakit bulai
|
Tahan
|
Tahan
|
Agak tahan
|
|
Produksi per Ha
|
3,5-4,0 ton
|
5,0-6,0 ton
|
4,5-5,0 ton
|
|
Tipe biji
|
Flint (mutiara)
|
Flint (mutiara)
|
Flint (mutiara)
|
|
Warna biji
|
Kuning
|
Kuning
|
Putih
|
|
Rekomendasi , kegunaan
|
Pakan ternak
|
Pakan ternak,Jagung rebus
|
Pakan ternak, Jagung goreng
|
Kandungan utama jagung adalah
karbohidrat (60 %). Dibandingkan dengan beras, kandungan proteinnya lebih
tinggi (8 %). Di antara biji-bijian kandungan vitamin A jagung paling tinggi
(440 SI).
|
Tabel 2. Komposisi kimia dan zat gizi jagung kuning
pipilan per 100 g²
|
|
|
KOMPONEN
|
JUMLAH
|
|
Energi
|
307,00 K
|
|
Protein
|
7,90 K
|
|
Lemak
|
3,40 K
|
|
Karbohidrat
|
63,60 K
|
|
Ca
|
148,00 mg
|
|
Fe
|
2,10 mg
|
|
Vitamin A
|
440,00 SI
|
|
Vitamin B1
|
0,33 mg
|
|
Air
|
24,00 %
|
|
Bagian yang dapat dimakan
|
90,00 %
|
Biji jagung terdiri dari kulit ari,
lembaga, tip cap dan endosperma. Sebagian besar pati (85 %) terdapat pada
endosperma. Pati terdiri dari raksi amilopektin (73 %) dan amilosa (27 %).
Serat kasar terutama terdapat pada kulit ari. Komponen utama serat kasar adalah
hemiselulosa (41,16 %). Gula terdapat pada lembaga (57 %) dan endosperma (15
%). Protein sebagian besar terdapat pada endosperma.
|
Tabel 3 Penyebaran komponen kimia jagung tanpa air
pada struktur biji
|
||||||
|
BAGIAN BIJI
|
Kernel (%)
|
Pati (%)
|
Protein (%)
|
Lemak (%)
|
Gula (%)
|
Abu (%)
|
|
Endosperma
|
82,3
|
86,4
|
9,4
|
0,8
|
0,6
|
0,3
|
|
Lembaga
|
11,3
|
8,2
|
18,8
|
34,5
|
10,8
|
10,1
|
|
Kulit ari
|
5,3
|
7,3
|
3,7
|
1,0
|
0,3
|
0,8
|
|
Tip cap
|
0,8
|
5,3
|
9,1
|
3,8
|
1,6
|
1,6
|
Jagung dipanen dalam bentuk
bertongkol. Kadar airnya masih tinggi (40 %) dan harus diturunkan sampai 12 %.
Jika hari panas, penurunan kadar air dapat dilakukan dengan penjemuran. Jika
hari banyak hujan, atau inginkan penurunan kadar air yang cepat, penurunan
kadar air harus menggunakan alat pengering.
Setelah jagung bertongkol cukup
kering dilakukan pemipilan (pelepasan biji dari tongkol). Pemipilan dapat
dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana, atau alat mekanis.
Sagu terdiri dari dua jenis, yaitu
Metroxylon sagus Rooth yang berduri, dan M. rumphi yang berduri. Tanaman ini
berasal dari Maluku kemudian menyebar ke berbagai daerah rendah di Indonesia,
seluas 5-6 juta Ha berupa hutan sagu alami, dan hanya 0,2 juta Ha berareal
budidaya.
Batang sagu mengandung pati yang
dapat diekstrak secara mudah dengan cara tradisional. Pati sagu merupakan
makanan pokok pada sebagian penduduk Maluku, Papua dan Mentawai. Dibanding pati
tanaman pati sagu relatif mudah dicerna.
Tanaman sagu dapat dipanen untuk
diambil patinya pada umur 12 tahun pada saat mulai mengeluarkan bakal buah.
Jika panen dilakukan pada saat tanaman telah membentuk buah, tanaman akan
kurang mengandung pati sehingga hasil ekstraksi pati lebih sedikit.
Ubi Kayu (Manihot esculenta atau
Manihot utilisima) merupakan tanaman hari tahunan. Tanaman ini berasal dari
Amerika tropis yaitu Venezuela, Brasil dan Amerika Tengah. Pada abad 16 tanaman
ini masuk ke Arifa Barat, Srilangka pada tahun 1786 dan ke Jawa tahun 1835.
Ubi kayu menghasilkan umbi yang
mengandung pati. Pada umbi ubi kayu terdapat racun asam sianida. Pada ubi kayu
manis kandungan asam sianida pada umbi sangat rendah sehingga tidak dapat
menimbulkan efek keracunan bagi yang mengkonsuminya. Sedangkan ubi kayu pahit
kandungan asam sianida sangat tinggi sehingga dapat meimbulkan keracunan bagi yang
mengkonsumsinya. Panjang ubi berkisar antara 30 sampai 50 cm dengan garis
tengah 5-10 buah umbi.
Ubi kayu dapat ditanam di dataran
rendah sampai dataran tinggi yang kurang dari 1 (1300 m dpl). Tanaman ini
membutuhkan udara hangat dengan suhu rata-rata 20 0 C dan curah hujan 500 –
5000 mm.
Saat ini ubi kayu banyak ditanam di
Indonesia, India Selatan, Thailand, Malaysia dan Brazilia. Umbi ubi kayu dapat
diolah menjadi tapioka, gaplek dan beraneka ragam makanan.
Di Indonesia terdapat 5 varietas
ubijalar yang disarankan untuk dibudidayakan, yaitu (1) Daya, (2) Prambanan,
(3). Borobudur, (4). Mendut, dan (5) Kalasan. Karakteristik masing-masing
varietas adalah sebagai yang tertera pada Tabel 4.
|
Tabel 4. Karakteristik beberapa varietas ubi jalar
|
|||||
|
KARAKTERISTIK
|
VARIETAS UBI JALAR
|
||||
|
Daya
|
Prambanan
|
Borobudur
|
Mendut
|
Kalasan
|
|
|
Produksi (ton/Ha)
|
25-35
|
25-35
|
25-35
|
25-50
|
31,2-42,5
|
|
Produksi buah (butir per pohon per tahun)
|
|
|
|
|
|
|
Umur panen (hari setelah tanam)
|
110
|
135
|
120
|
125
|
95-100
|
|
Warna kulit
|
jingga muda
|
jingga
|
jingga
|
|
coklat muda
|
|
Warna daging umbi
|
jingga muda
|
jingga
|
jingga
|
|
kuning
|
|
Rasa Umbi
|
manis berair
|
manis enak
|
manis
|
manis
|
manis agak berair
|
|
Ketahanan terhadap penyakit kudis dan scab
|
tahan
|
tahan
|
tahan
|
tahan
|
|
Ubi jalar adalah tanaman yang tumbuh
baik di daerah berhawa panas yang lembab, suhu optimum 27 0 C dan lama
penyinaran 11-12 jam per hari. Tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian 1000
m dari permukaan laut. Tanaman ini tidak membutuhkan tanah subur.
Berat kering umbi adalah 16-40 %
berat basah. Sebanyak 75-90 % dari berat kering adalah karbohidrat (pati, gula,
selulosa, hemiselulosa, dan pektin). Disamping karbohidrat, ubi jalar
mengandung protein, lemak, dan mineral (Tabel 5).
|
Tabel 5. Komposisi kimia ubi jalar
|
|
|
SENYAWA
|
KOMPOSISI
|
|
Energi (kj/100 gram)
|
71,1
|
|
Protein (%)
|
1,43
|
|
Lemak (%)
|
0,17
|
|
Pati (%)
|
22,4
|
|
Gula (%)
|
2,4
|
|
Serat makanan (%)
|
1,6
|
|
Kalsium (mg/100 gram)
|
29
|
|
Fosfor (mg/100 gram)
|
51
|
|
Besi (mg/100 gram)
|
0,49
|
|
Vitamin A (mg/100 gram)
|
0,01
|
|
Vitamin B1 (mg/100 gram)
|
0,09
|
|
Vitamin C (mg/100 gram)
|
24
|
|
Air (gram)
|
83,3
|
Ada beberapa produk yang dapat
diolah dari umbi ubi jalar, yaitu gaplek ubi jalar, tepung ubi jalar, keripik
ubi jalar, french fries ubi jalar, sarang balam, kue ubi jalar (dodol, cookies,
dan cheese stick), dan manisan kering ubi jalar.
Kecuali sarang balam, produk di atas
belum banyak dikenal oleh masyarakat. Jika produk di atas diolah secara baik,
kemungkinan besar banyak masyarakat akan menyukainya karena harganya cukup
murah dan rasanya cukup enak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar